Presiden Jokowi tak bisa dimungkiri lebih nyaman dengan Partai Nasdem selama 2014 dan 2023, ketimbang dengan PDIP, padahal PDIP adalah partainya Jokowi. Meski kisah romantis Partai Nasdem dan Jokowi, berakhir anti-klimaks dimenjelang penghujung jabatan Presiden Jokowi, karena hubungan keduanya merenggang ketika partai ini mengusung Anies.

Namun, pengalaman Partai Nasdem yang indah itu adalah modal partai ini, Partai Nasdem ingin menunjukkan meski partai ini andai pasca Pemilu Serentak tidak punya jabatan kembali di pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tetapi posisi dan pengaruh partai ini tidak bisa digeser oleh PKB dan PKS. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS