Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kota Kendari ini menilai, aksi bullying biasanya terjadi diawali dengan hal negatif, sehingga dia mengajak para siswa untuk tetap fokus pada proses pendidikan untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
Menurutnya, pemerintah punya tanggung jawab untuk mencegah terjadinya aksi bullying pada anak, sebab anak merupakan generasi penerus untuk melanjutkan estafet pembangunan.
Baca Juga: 30 Penyandang Disabilitas jadi Sasaran Atensi di Kota Kendari
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kendari, Fitri Sinapoy mengatakan, untuk mencegah cyber bullying di sekolah, mereka melibatkan sejumlah pihak untuk memberikan edukasi pada para siswa, di antaranya psikolog.
"Semua lini bisa berkolaborasi bersama-sama untuk mencegah, karena tindakan pencegahan tidak bisa dilakukan oleh kami saja," ungkapnya.
