Sama halnya dengan program pasar murah yang dilaksanakan pada 4 titik, merupakan langkah strategis Pemda Bombana dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok yang disubsidi oleh pemerintah. Sekaligus salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan segala potensi pertanian lokal yang ada di Kabupaten Bombana.
Pada kesempatan ini, Kepala Bank Indonesia (BI), Doni Septadijaya mengatakan bahwa ini adalah pertama kali dilakukan di Sulawesi Tenggara dan bisa diduplikasi oleh daerah-daerah lain. Dengan adanya Kios Inflasi yang permanen seperti ini, kebutuhan bisa didapatkan dengan harga yang murah dan stabil. Selain itu, daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Best practise seperti ini mudah dan nggak mahal dalam rangka investasi. Saya kira bisa dilakukan di daerah lain terutama di daerah-daerah yang menjadi kota IHK seperti Konawe, Kolaka, Kendari sama Baubau,” tutur Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Doni Septadijaya. (A-Adv)
Penulis: Melsandy Wauda
Editor: Haerani Hambali
