
Lebih lanjut ia menyampaikan, tidak semua desa menerima paket bantuan. Hal ini dikarenakan minimnya anggaran sehingga pihaknya hanya mampu menyiapkan sekitar 900 paket kebutuhan pokok.
"Tidak semua dapat dan hanya diberikan kepada warga yang betul-betul kurang mampu dan terdampak kenaikan BBM," terangnya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kolaka Utara, Panriringi, S.E., M,Si. menyatakan, secara statistik rujukan inflasi di Sulawesi Tenggara yakni Kota Kendari dan Baubau.
"Untuk Kabupaten Kolaka Utara masih kategori normal dan tidak terlalu berdampak. Meski demikian, pemerintah daerah bersama Forkopimda tetap berupaya melakukan pencegahan," jelasnya.
