Dengan pengalaman antara lain tiga kali memimpin wilayah (Kapolda Jabar, DIY, dan Banten), Dofiri juga piawai mengelola SDM dan logistik. Di awal karirnya sebagai perwira remaja ia langsung bertugas sebagai kepala Unit Resintel (1990) di jajaran Polrestro Kota Tangerang. Sementara Merdisyam sepanjang 30 tahun karir kepolisiannya, delapan kali di antaranya berada dalam jabatan lingkup intelijen kepolisian. Keduanya, juga sama-sama pernah memimpin wayah besar, Kepolisian Daerah (Polda), bukan cuma sekali.
Jika rekam jejak keduanya itu bukan sebuah jaminan bagi kian bagus dan efektifnya upaya-upaya preemtif dan preventif Polri, maka ke depan duet merekalah yang akan bisa menjawabnya. Sementara masyarakat, akan secara subyektif menilai cuma dari rasa aman yang kian meningkat, beriringan dengan pelayanan polisi yang humanis dalam bingkai penegakkan hukum. Tentu saja, diikuti oleh turunnya intensitas dan kualitas gangguan keamanan dan kejahatan. Menantang bukan? (*)
