Sumbangan Intelkam

Dalam kondisi masyarakat yang “rendah kesadaran hukum”, duet Dofiri – Merdisyam di Baintelkam Polri, mungkin akan dapat berkontribusi besar dalam upaya-upaya peremptif (cegah dini) dan preventif (pencegahan).

Jika tidak bisa berbuat ketika sebelum semua itu terbangun menjadi potensi dan potensi gangguan keamanan dan kejahatan (PPGKK), sekurangnya pada kasus-kasus yang patut dipandang bakal meresahkan masyarakat. Baik yang berskala daerah, antardaerah maupun nasional, serta yang berskala dan dalam pengaruh gejolak dinamika regional dan internasional.  

Bakal PPGKK yang patut diduga benar-benar terjadi akan meresahkan masyarakat itu, antara lain adalah bakal potensi dan potensi pencurian kendaraan bermotor, begal/ rampok, kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur, penganiayaan, dan kekerasan lainnya. Selain itu, juga human trafficking, penyelundupan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, teroris, dll.

Menilik rekam jejak Dofiri dan Merdisyam, rasanya duet di pucuk Baintelkam Polri ini,  dengan kapasitas deteksi dininya akan mampu terlibat lebih besar dalam upaya-upaya preemptif dan preventif. Masukan yang didasarkan atas realitas ancaman gangguan keamanan dan kejahatan, akan sangat berguna untuk ditindaklanjuti oleh fungsi lain di tubuh Polri, khususnya reserse.