Baca juga: KPU harus Revisi PKPU Tahapan, DPT, Kampanye dan Penundaan Pilkada

Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) Sulawesi Tenggara ini mengingatkan bahwa dengan ketatnya penerapan protokol kesehatan seperti jaga jarak, tinggal di rumah, bekerja dari rumah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyebabkan terganggunya rantai distribusi barang dan jasa termasuk sarana dan prasarana produksi pertanian seperti pupuk, bibit dan obat-obatan  yang sangat menentukan keberhasilan panen petani ke depan.

Lebih lanjut dia menyatakan, akibat penting dari ketatnya penerapan protokol kesehatan tersebut juga menimbulkan kelangkaan tenaga kerja pada berbagai sektor khususnya pada sektor transportasi udara, laut dan darat, buruh angkut muat di pelabuhan, toko penjualan sarana produksi (Saprodi) pertanian dan kelangkaan tenaga kerja yang bekerja di lahan pertanian akibat dari penutupan kawasan bahkan terjadi antar desa sekalipun.

Mantan Bupati Wakatobi ini mengingatkan bahwa mayoritas negara seperti Rusia, Kazakhstan dan Vietnam sudah menutup kran ekspor pangan keluar negeri untuk melindungi masyarakatnya dari ancaman kelaparan.

"Soalnya ini pandemi global dan jika pandemi ini tidak menurun dalam 3-6 bulan ke depan, maka menurut Organisasi Pangan Dunia, FAO, dapat memicu krisis ekonomi dan krisis pangan global," papar Hugua.