"Ini mesti diantisipasi oleh pemerintah. Kita mesti siap dengan kemampuan dan potensi  negara sendiri dengan pola gotong royong," tambahnya.

Baca juga: Dampak Ekonomi Pandemi Bisa Lebih Buruk, Perempuan Solusinya

Hugua menilai, di samping bantuan stimulus kepada petani tersebut, maka diperlukan kebjikan negara mendorong pemerintah daerah untuk mengembangkan  tanaman pangan khususnya pangan non beras.

"Saya selaku Anggota DPR RI Komisi II meminta kepada Mendagri untuk membuat kebijakan khusus guna mendorong pemerintah daerah bergotong royong  bersama rakyat untuk berswasembada pangan khususnya pangan non beras seperti biji-bijian, umbi-umbian, sagu, palawija dan bahan pangan lokal lainya," jelas Hugua.  

Pangan non beras ini penting menurut Hugua karena jenisnya sangat beragam, areanya lebih luas dari persawahan, mencakup seluruh provinsi, lebih mudah dikembangkan oleh petani dengan teknologi lokal serta dapat menerapkan Saprodi lokal seperti pupuk organik, bibit lokal dan obat-obatan organik lokal buatan petani sendiri.