KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, terus menggalakkan upaya dalam penanganan stunting . Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak.
Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar mengatakan, pemenuhan gizi ini menjadi penting dilakukan untuk pencegahan stunting pada anak, khususnya sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau 1.000 HPK.
Adapun 1.000 HPK terdiri dari 270 hari dalam kandungan sampai dengan anak berusia 2 tahun.
”Kita mengharapkan masyarakat mengetahui kebutuhan gizi anak,” katanya kepada Telisik.id, belum lama ini.
Baca Juga: Dapur Sehat Atasi Stunting di Kampung KB
