Pemahaman masyarakat, khususnya ibu terkait asupan nutrisi yang baik untuknya dan janin, pentingnya ASI eksklusif, gizi anak untuk pertumbuhan dan perkembangan balita merupakan faktor penting untuk mencegah stunting.

Demikian pula dengan pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang sanitasi dan penggunaan air bersih dalam kebutuhan masak dan minum, dalam rangka mencegah derita penyakit berulang-ulang, seperti diare   dan cacingan.

Lantas, seperti apa pemahaman dan kondisi masyarakat terkait faktor pencegah stunting?

Dalam publikasi BPS, Profil Statistik Kesehatan 2019 bahwa kesadaran untuk memberi ASI eksklusif pada tahun 2019 hanya 67 dari 100 anak usia 0 - 5 bulan yang diberikan ASI eksklusif, meskipun terdapat Peraturan Pemerintah RI No 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif yang mengharuskan pemberian ASI eksklusif.

Hanya terdapat 55 dari 100 anak usia 12-23 bulan yang menerima imunisasi dasar lengkap. Persentase rumah yang memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak sebesar 89,27 persen dan yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak 77,39 persen.