Pasalnya stunting pada anak dapat mengakibatkan kemampuan kognitif tidak berkembang maksimal. Stunting sangat berpotensi menghasilkan sumber daya manusia yang lemah dan tidak berdaya saing.
Untuk mencegahnya, BKKBN Sulawesi Tenggara terus mendorong inovasi pencegahan stunting berbasis keluarga, melalui edukasi dalam kelompok Bina Keluarga Balita dan Anak (BKB) juga edukasi dalam kelompok BKB dalam model kelas pengasuhan BKB.
BKB merupakan kelompok yang diberdayakan oleh masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah. Peran BKB ini memberikan edukasi kepada orang tua dalam perbaikan pola asuh, pola makan dan sanitasi terhadap anggota keluarga.
Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi status gambar gizi balita, termasuk pencegahan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar menekankan, perlunya pengasuhan yang baik pada 1000 HPK. Di mana kata dia, periode usia 1-2 tahun merupakan periode emas untuk perkembangan anak.
