BOMBANA, TELISIK.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bombana memastikan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah mengalami penurunan.
Akhir-akhir ini marak terjadi perilaku yang merendahkan harga diri wanita dan menyeramkan masa depan anak. Hubungan antara pelaku dan korban pun bukan siapa-siapa, melainkan masing-masing memiliki hubungan yang dekat.
Olehnya itu, Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus lakukan koordinasi kepada pemerintah desa untuk aktif melakukan pencegahan secara terpadu yakni dengan pembentukan PATBM Desa (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat)
Penyuluh Sosial Sub Koordinator PHP DP3A Lucius Ardianto menjelaskan melalui PATBM yang didalamnya dilibatkan kepala desa dan perangkatnya serta tokoh masyarakat di 122 desa dan kelurahan di Bombana akan memiliki tupoksi khusus untuk setiap saat melaksanakan program-program atau trik-trik pencegahan tindak kekerasan sebagaimana yang marak terjadi sejak dua tahun terakhir ini.
"Kepala desa membentuk pengurusnya dengan melibatkan seluruh perangkat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sehingga tugas perlindungan terhadap anak dan perempuan dijalankan oleh semua pihak bergerak secara terpadu oleh semua desa di Bombana. Kami kira ini bisa jadi langkah tepat," Ucap Lucius Ardianto, Senin (6/6/2022).
