Kisah ini pertama kali muncul melalui akun TikTok bernama @nabila.hayper5, yang mengunggah video berisi narasi tentang sosok Nabila. Dalam video tersebut, diceritakan bahwa warga sekitar merekam peristiwa yang menimpa Nabila, sehingga banyak penonton semakin percaya bahwa kejadian itu benar terjadi.  

Unggahan tersebut diikuti dengan klaim bahwa pengunggah akan membagikan video asli apabila konten tersebut mendapatkan jumlah penonton tertentu. Klaim semacam ini sering kali digunakan untuk meningkatkan engagement, sehingga membuat publik semakin penasaran meskipun tidak ada bukti nyata yang mendukung ceritanya.

Melansir Jawapos, Sabtu (15/11/2025), permasalahan semakin meluas karena unggahan tersebut memunculkan tafsir bahwa terdapat rekaman asli yang disimpan oleh pengunggah. Namun setelah dilakukan penelusuran oleh sejumlah pihak, tidak ditemukan satu pun bukti konkret yang dapat mengonfirmasi kebenarannya.  

Dalam beberapa kasus serupa, narasi fiktif sering kali dikemas menggunakan gaya penyampaian yang meyakinkan sehingga menimbulkan persepsi bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Hal itu pula yang tampak dalam penyebaran kisah “Nabila 1 vs 7”.

Berbagai penelusuran yang dilakukan netizen dan beberapa media menunjukkan bahwa tidak ada laporan resmi yang mendukung cerita tersebut. Tidak ditemukan laporan polisi, tidak ada dokumentasi media kredibel, dan tidak ada bukti rekaman video yang dapat diverifikasi.