Hingga saat ini, belum ada bukti yang dapat memastikan keaslian video maupun narasi yang menyertainya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melakukan pengecekan terhadap sumber yang valid.
Budaya FOMO Dorong Pencarian Tautan
Maraknya pencarian video viral tersebut tidak dapat dilepaskan dari fenomena Fear of Missing Out atau FOMO. Kondisi ini menggambarkan rasa takut seseorang tertinggal informasi yang sedang ramai diperbincangkan oleh publik.
Dorongan untuk mengetahui isi video membuat sebagian pengguna internet ikut mencari, mengakses, hingga membagikan informasi tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi. Dalam situasi seperti ini, penyebaran informasi dapat berlangsung sangat cepat meskipun kebenarannya belum dipastikan.
Fenomena tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah pihak yang menyebarkan tautan dengan judul menarik dan provokatif. Tautan itu biasanya beredar melalui kolom komentar media sosial, grup Telegram, maupun aplikasi pesan instan lainnya.
