Walau terdapat proyeksi yang menyamakan tanggal Idul Adha 2025 antara Pemerintah dan Muhammadiyah, potensi perbedaan masih mungkin terjadi.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan metode penentuan awal bulan. Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal yang bersifat perhitungan astronomis, sedangkan Pemerintah dan NU menggunakan metode rukyat atau pengamatan langsung.
Masyarakat Indonesia diimbau untuk mengikuti keputusan dari organisasi atau otoritas keagamaan yang mereka anut. Meski terdapat perbedaan tanggal, hal tersebut telah menjadi bagian dari dinamika dalam penetapan hari besar Islam di Indonesia selama bertahun-tahun.
Berikut ringkasan penetapan Idul Adha 2025 oleh tiga pihak berbeda:
Ringkasan Penetapan Idul Adha 2025:
