“Hasil asesmen cepat ini akan segera ditindaklanjuti untuk memastikan kebutuhan para penyintas dapat ditangani sesuai dengan kondisi dan prioritas yang ditemukan di lapangan. Data dan informasi hasil asesmen juga akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi selanjutnya,” lanjutnya.

Gunawan mengatakan anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam layanan psikososial karena mereka turut merasakan dampak dari konflik dan harus beradaptasi dengan situasi pengungsian.

Melalui permainan, nyanyian, dan interaksi, pendamping memberikan ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas dalam suasana yang lebih nyaman.

Kemensos dan Polres SBB Berkolaborasi

Penanganan warga terdampak dilakukan melalui kerja sama antara Kemensos dan kepolisian. Tim LDP Sentra “Meohai” bersama Tim LDP Polwan Polres SBB memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak di lokasi pengungsian.