Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penanganan awal bagi warga yang terdampak konflik. Selain pendampingan psikososial, hasil asesmen digunakan untuk memetakan kebutuhan lain yang diperlukan selama proses pemulihan.

Kebutuhan tersebut mencakup dukungan dasar, perlindungan, serta pemulihan sosial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan masih berada di pengungsian.

Kemensos melalui Sentra “Meohai” di Kendari juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti hasil asesmen di lapangan.

“Anak-anak ingin kembali sekolah dan menjalani kehidupan seperti biasa. Harapan sederhana tersebut menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah mereka mengalami konflik,” pungkas Gunawan. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani