“Saya bilang, kalau ini tugas negara, saya siap jalankan. Tapi tolong anak-anak saya dikuliahkan sampai selesai, karena saya tahu ini pertarungan hidup dan mati,” katanya.

Dalam kisah itu, Daud Tony menggambarkan proses spiritual yang menegangkan. Ia mengaku mengalami serangan gaib berupa ular dan trisula yang dilempar ke arahnya.

“Langsung ular-ular berdatangan pakai suling. Saya berdoa dalam nama Yesus, ularnya kabur. Lalu datang dewa pakai trisula, saya berdoa terus sampai kaca-kaca pecah, untung bukan di rumah saya,” ucapnya.

Setelah peristiwa itu, ia menilai pertarungan telah berakhir ketika merasakan tanda kematian dari lawannya.

“Saya tahu lawan mati karena terasa putus nyawa. Lalu saya telepon jenderal: tolong dicek di India, target selesai. Lawan saya Sai Baba,” kata Daud Tony.