"Pada September tahun 2023, omsetnya pernah mengalami penurunan yang sangat drastis sekali, kebetulan waktu itu saya menganalisis jumlah konsumtif masyarakat agak rendah, karena saya juga perhatikan di beberapa warung makan sangat sepi, pasar juga sepi", ujar Nita, adik Ipar Nurul.
Adapun keunggulan dari produk usaha angkringan tersebut antara lain dengan mempertahankan cita rasa, khususnya bumbu-bumbu khas tradisional Jawa, dan menu unik yang mengalami modifikasi maupun penambahan, seperti menu aneka nasi bakar, froozen food dan sebagainnya, tentunya dilengkapi fasilitas lesehan bagi pengunjung. Tidak hanya itu, rencananya ke depan pemilik usaha akan mencoba mendaftarkan dagangannya di aplikasi online agar memudahkan pengunjung yang ingin memesan.
"Adapun menu lain yang dijual seperti cumi, udang, aneka jeroan, aneka sate-satean yang dibandrol mulai harga Rp 2.000 sampai Rp 5.000, sedangkan untuk menu aneka nasi bakar dibandrol dengan harga Rp 7.000," ujar Nita.
Baca Juga: Pesona Pantai Lakeba, Surga Tersembunyi di Tepi Kota Baubau
Menurutnya, usahanya tersebut sudah cukup menunjang kebutuhan sehari-hari dengan omset perhari Rp 600.000 sampai Rp 1.000.000
