“Terus orang tua, hanya tinggal ibu saya, bapak sudah meninggal. Makanya saya cari uang seperti ini, ya lumayan daripada di counter,” jelasnya.
Masuk ke dunia malam bukanlah hal baru bagi Vera. Ia mengaku sudah terlibat dalam pekerjaan ini sejak akhir tahun 2011, sebelum menikah dengan pria asal Kalimantan. Pernikahan yang terjadi pada tahun 2014 tersebut berakhir dengan perceraian.
“Saya menikah dengan orang Kalimantan sekitar tahun 2014, dan tak lama cerai. Tapi saya sudah punya anak, yang sekarang sudah berusia 5 tahun,” kata Vera.
Perceraian tersebut disebabkan oleh perselingkuhan yang dilakukan oleh mantan suaminya. Setelah bercerai, Vera memutuskan kembali ke kampung halamannya di Ciamis.
Masa-masa sulit membuat Vera sering melampiaskan rasa sakitnya dengan hal-hal negatif, seperti membuat tato di tubuh dan mengonsumsi minuman keras.
