Ia juga menuturkan bahwa persepsi terhadap dirinya sering berubah setelah komunikasi berlanjut.
“Beberapa orang menyangka gue model,” ujar Vita di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, seperti dikutip dari iNews, Minggu (24/5/2026).
Perjalanan Vita memasuki aktivitas tersebut bermula pada 2018 saat ia berada di Kalimantan. Saat itu ia bertemu dengan seorang teman sekolah yang bekerja di sektor pertambangan.
Dari pertemuan tersebut, terjadi komunikasi yang kemudian berkembang menjadi transaksi jasa dengan salah satu pihak yang dikenalkan melalui jaringan pertemanan. Dari momen tersebut, ia mulai mengenal pola hubungan yang kemudian berlanjut secara bertahap.
Dalam penuturannya, transaksi awal yang ia lakukan bernilai sekitar Rp5 juta untuk beberapa kali pertemuan dengan durasi tertentu.
