Baca Juga: Perjalanan Hijrah Koh Jeffry, dari Kebencian Total hingga Jadi Ketua Mualaf Center

"Berangkat biasanya pukul 16.00 WIB. Ritual sekitar satu jam, cuma ngobrol di sini. Setelah agak malam, baru disuruh minum (yang telah dicampur potas)," kata Mbah Slamet, seperti dikutip dari Kompas, Kamis (23/4/2026).

Setibanya di lokasi, pelaku terlebih dahulu berbincang dengan korban sebagai bagian dari pendekatan awal. Percakapan berlangsung dalam suasana yang tampak biasa sehingga korban tidak menaruh kecurigaan terhadap tahapan yang dijalani sebelum ritual dilanjutkan.

Dalam tahapan berikutnya, korban diberikan minuman yang telah dicampur dengan racun potas serta obat penenang. Minuman tersebut menjadi sarana utama pelaku untuk menghabisi korban.

"Setelah agak malam, baru disuruh minum (yang telah dicampur potas)," kata Mbah Slamet, menjelaskan tahapan yang dilakukan kepada korban.