Baca Juga: Cerita Horor Sosok Nancy, Hantu Noni Belanda Jatuh Hati dengan Pribumi

“Bapak saya bukan dukun santet, itu fitnah!” demikian kesaksian keluarga korban yang masih mengingat jelas peristiwa tersebut dan menyimpan trauma hingga kini, sebagaimana tercatat dalam sejumlah dokumentasi dan kesaksian warga yang mengalami langsung kejadian itu.

Situasi saat itu diperburuk oleh kepanikan massal dan beredarnya isu di masyarakat. Dalam sejumlah laporan media pada masa tersebut, pelaku digambarkan bergerak cepat, terorganisir, dan sulit dikenali, bahkan disebut mirip “ninja”, yang kemudian memperkuat ketakutan di berbagai daerah.

Wilayah Banyuwangi menjadi titik awal peristiwa sebelum menyebar ke Jember, Bondowoso, Situbondo, Pasuruan, Malang, hingga Pulau Madura, dengan pola kejadian yang serupa di berbagai lokasi dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Aisha Bhutta: Mualaf Skotlandia yang Mengislamkan Lebih dari 30 Orang