Baca Juga: Cerita Seram Sekte Sesat Takut Kiamat Bakar 700 Orang dalam Gereja, Diklaim Bisa Dihidupkan
Meski demikian, Karin mengungkapkan bahwa kecukupan materi tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan lain dalam hidupnya. Ia mengaku masih menjalani aktivitas sebagai pekerja seks komersial secara daring, meskipun tidak lagi berorientasi pada keuntungan finansial semata.
“Paling banyak 2 kali sebulan (open BO),” kata Karin, menjelaskan intensitas aktivitas tersebut yang dilakukan secara terbatas, seperti dikutip dari iNews, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut lebih dilatarbelakangi oleh kebutuhan pribadi. Dalam praktiknya, Karin juga menyebut memiliki kriteria tertentu terhadap pria yang menjadi kliennya, bukan sekadar menerima semua permintaan tanpa seleksi.
Perjalanan Karin hingga berada pada posisi tersebut bermula dari perkenalannya dengan pria Jepang melalui media sosial. Saat itu, ia tengah membutuhkan biaya tambahan untuk keperluan kuliah. Ia kemudian menawarkan jasa melalui sistem pemesanan daring yang disambut oleh pria tersebut.
