Sejak tragedi itu, suasana kampung berubah. Malam-malam menjadi penuh ketegangan, suara rintihan lirih terdengar dari lapangan tempat maling tersebut tewas.

Beberapa warga mengaku mendengar ketukan pintu diikuti suara memohon ampun. Bahkan, bayangan hitam sering terlihat berdiri diam di kegelapan.

Pak Amo, tukang bakso keliling, menjadi orang pertama yang melihat sosok menyeramkan.

“Matanya kayak kosong, bajunya compang-camping, gue lari langsung ninggalin gerobak,” kisahnya.

Kejadian serupa juga dialami Pak Didi, tukang somay, yang mengaku sempat berkomunikasi batin dengan arwah tersebut. Menurutnya, sosok itu menyesali perbuatannya dan meminta keluarganya tidak disalahkan.