KENDARI, TELISIK.ID – Di tengah gemerlap Kota Kendari yang sibuk dengan deru kendaraan dan kesibukan warganya, Sahir, seorang pemulung berusia 53 tahun, menjalani hari-harinya dengan penuh perjuangan.

Meski bagi sebagian orang mungkin ia hanya sekilas bayangan di tengah keramaian, namun hidup Sahir menyimpan kisah tentang ketekunan dan semangat bertahan di kerasnya kehidupan.

Setiap pagi, Sahir memulai aktivitasnya dengan mendorong gerobak sepeda yang ia sewa seharga 5 ribu rupiah per hari. Dari tumpukan sampah yang dibuang orang lain, ia mencari barang-barang bekas untuk dijual.

Sahir berasal dari Jawa dan telah menetap di Kendari selama beberapa tahun. Ia tinggal sendirian di sebuah kamar kos sederhana di kawasan MTQ dengan biaya sewa 600 ribu rupiah per bulan. Jauh dari keluarga, ia tetap bertahan di kota yang tak pernah berhenti bergerak ini.

Pada Sabtu sore (25/1/2025), tim telisik.id bertemu Sahir di sudut jalan dekat sebuah hotel. Hari itu, ia belum menemukan barang bekas yang bisa menjadi sumber penghasilannya. Ia duduk dengan sabar, menunggu peluang—mungkin dari tumpukan sampah di bak atau sisa-sisa dari hotel terdekat.