Baca Juga: 25 Tahun Jualan, Pedagang Gorengan Keliling Ini Berhasil Biayai Anaknya Kuliah

“Kadang kalau nggak dapat di bak sampah, saya harus menunggu sampah dari hotel,” kata Sahir sambil menatap jalanan yang ramai kendaraan, seakan berharap ada keajaiban kecil di antara hiruk-pikuk itu.

Setiap dua minggu sekali, Sahir menimbang hasil memulungnya. Dari barang bekas yang ia kumpulkan, ia bisa mendapatkan sekitar 800 ribu rupiah. Uang itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar sewa kos. Meski penghasilannya tak selalu stabil, ia tetap bersyukur.

Namun, pekerjaan Sahir tak lepas dari berbagai tantangan. Ia harus bersaing dengan pemulung lain demi mendapatkan barang bekas yang bernilai.

“Saya nggak punya pilihan lain. Saya sudah tua, nggak ada lagi pekerjaan lain yang bisa saya lakukan,” katanya dengan nada rendah hati.