Baca Juga: Usaha Ternak Bangkrut, Kakek Tua di Kendari Ini Nafkahi Keluarga dengan Memulung
Terkadang, hasil jerih payahnya cukup menggembirakan, namun tak jarang pula ia hanya memperoleh sedikit. Meski begitu, Sahir tak pernah kehilangan rasa syukurnya.
“Kita jalani saja. Penghasilan kita cukup-cukupkan, yang penting tetap bersyukur,” ujarnya dengan senyum tipis.
Di tengah kerasnya hidup, Sahir adalah potret ketangguhan. Sosok sederhana ini mengajarkan bahwa di balik setiap perjuangan, selalu ada harapan—meski hanya seberkas cahaya dari tumpukan sampah. (C)
Penulis: Erni Yanti
