KUPANG, TELISIK.ID - Agusthinus Nitbani tetap mengajar di sekolah dasar meski gaji honorer dipangkas, penghasilan tersisa Rp223 ribu, dan berangkat menumpang truk setiap hari.
Nama Agusthinus Nitbani belakangan dikenal publik setelah sejumlah video kesehariannya beredar di Instagram dan TikTok. Guru honorer yang tinggal di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur itu terlihat berangkat pagi dengan kendaraan seadanya menuju sekolah tempatnya mengajar.
Agus, begitu ia disapa, telah mengabdi selama 24 tahun sebagai guru honorer di SD Negeri Batu Esa. Selama itu pula statusnya tidak berubah. Ia menerima honor sebesar Rp 600 ribu per bulan, namun pembayaran sering kali dirapel sehingga baru diterima setelah beberapa bulan.
Melansir dari Viva, Minggu (1/3/2026), kondisi tersebut membuat pengelolaan kebutuhan rumah tangga menjadi sulit. Agus harus mencukupi kebutuhan istri dan dua anak dengan pendapatan yang jumlahnya terbatas dan waktu pencairannya tidak menentu. Situasi ini ia sampaikan saat berbincang dengan pendiri komunitas kripto, Sulianto Indria Putra.
“Jadi Rp 600 ribu itu juga kebutuhan keluarga dalam sebulan itu tidak cukup sedangkan gaji kami Rp 600 ribu itu 6 bulan baru dikasih. Total ada 4 orang, dua anak 1 istri,” kata dia dikutip dari akun TikTok @TuanmudaSuli.
