Pada Juli 2025, honor yang diterimanya kembali berubah setelah adanya kebijakan efisiensi. Jumlah gaji yang sebelumnya Rp 600 ribu dipotong menjadi Rp 223 ribu per bulan. Pemotongan tersebut membuat ruang belanja keluarga semakin sempit karena pendapatan berkurang lebih dari separuh.
Baca Juga: Sosok El Mencho, Bos Kartel Narkoba Tewas Bikin Meksiko jadi Zona Perang
Agus menjelaskan dampaknya secara langsung. “2025 bulan Juli itu gaji dipotong menjadi Rp 223 ribu. Tidak cukup, tambah parah lagi tambah setengah mati, karena gaji kurang dari setengah,” kata dia.
Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ia memanfaatkan lahan di sekitar rumah dengan berkebun. Hasil kebun digunakan untuk konsumsi keluarga sehingga pengeluaran dapat ditekan. Aktivitas tersebut dilakukan sepulang mengajar atau pada waktu senggang.
“Berkebun karena kalau untuk kebutuhan hidup ini gaji tidak mencukupi,” kata dia dikutip dari akun Instagram @net.sull.
