Ia menambahkan bahwa perannya sebagai guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan kewajiban membimbing anak-anak di daerahnya.

“Saya juga ingin anak-anak bangsa ini kasih cerdas merdeka, supaya ke depan mereka bisa jadi manusia yang baik untuk mengisi negara ini,” kata dia.

Kisah Agus memperlihatkan gambaran keseharian guru honorer di daerah yang tetap menjalankan tugas mengajar di tengah keterbatasan pendapatan dan sarana. Setiap pagi ia tetap berangkat, masuk kelas, dan mendampingi murid-murid belajar seperti biasa, sementara kebutuhan keluarga dipenuhi melalui berbagai cara yang memungkinkan. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin