Korban sendiri adalah anak pekerja migran Indonesia yang orang tuanya bekerja di Keningau, Malaysia, sehingga ia tinggal di asrama sekolah.

“Di Nunukan korban tinggal di asrama sekolah. Dari cerita orangtua dan guru korban, selesai jam sekolah, korban sering minta izin kepada kepala asrama untuk beribadah. Ternyata pergi ke kos perempuan itu,” kata Plt Kepala Seksi Humas Polres Nunukan, Iptu Supriadi, Sabtu, 21 Mei 2022, seperti dikutip dari Tribunnews, Minggu (14/6/2026).

Ibu korban melaporkan bahwa R kerap menerima pesan berisi foto bernada vulgar yang dikirim SR. Rasa penasaran membuat remaja itu terus mendatangi tempat tinggal SR.

Lambat laun, ia dijadikan objek pemuas nafsu oleh wanita tersebut secara berulang kali.

“Dari cerita ibu korban, perempuan itu sering mengirim foto vulgar kepada korban. Ya mungkin saja, namanya anak remaja rasa ingin tahu lebih banyak. Hingga terjadi pelecehan berkali-kali,” jelas Supriadi.