BONTANG, TELISIK.ID - Lampu putih redup menerangi sebuah kamar sempit yang menjadi tempat tinggal sekaligus ruang mencari nafkah bagi seorang perempuan muda di Kota Bontang. Ruangan itu nyaris tanpa ventilasi. Udara hanya masuk melalui celah pintu kayu yang mulai lapuk dimakan usia.
Suara derit pintu dan lantai kayu yang berderak menjadi bagian dari keseharian perempuan berusia 24 tahun itu.
Sebut saja Melati, bukan nama sebenarnya. Dalam perbincangan dengan media ini, ia mengisahkan perjalanan hidup yang membawanya merantau dari Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.
"Tinggal di sini serasa di neraka. Apalagi di atas laut. Kadang bau enggak enak ini keluar dari bawah," kata Melati, seperti dikutip dari Bekeseh.co, Minggu (21/6/2026).
Melati mengaku baru sekitar tiga bulan berada di Kota Bontang. Ia datang dengan harapan dapat memperoleh penghasilan yang lebih baik dibandingkan pekerjaan sebelumnya di kampung halaman. Namun kenyataan yang dihadapi tidak sesuai dengan harapan.
