Untuk pelanggan baru, Melati mengaku mematok tarif Rp 200 ribu dalam sekali transaksi. Namun menurutnya, kondisi pasar yang sepi membuat dirinya sulit menetapkan harga lebih tinggi.

"Kenapa murah, kan di sini sepi. Harga murah saja belum tentu ada yang mau. Apalagi kalau pasang harga mahal," ujarnya.

Sebelum merantau ke Kalimantan, Melati bekerja sebagai pengasuh bayi di Tasikmalaya. Pekerjaan tersebut dijalaninya dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya memutuskan berhenti.

Ia menilai pekerjaan sebagai pengasuh bayi memiliki tanggung jawab besar dengan penghasilan yang dianggap tidak sebanding. Kondisi itulah yang kemudian mendorongnya mencari pekerjaan di luar daerah.

Namun perjalanan yang ditempuh ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Melati mengaku hingga kini belum mampu mewujudkan keinginannya membantu perekonomian keluarga, terutama ibunya yang berada di kampung halaman.