Saat itu, kata ayahnya, di umur 4 tahun sifat-sifat kemandirian dalam diri Waode telah muncul, dan di usianya yang ke-8 tahun saat itu sekira tahun 2003-2004, Waode meminta izin untuk mengikuti lomba karaoke di kampung halamannya Kelurahan Wameo, Kota Baubau.
Ayahnya langsung menuruti permintaan tersebut, namun dalam hati kecil belum terlalu yakin akan kemampuan Waode. Kesungguhan Waode mengikuti lomba tersebut membuatnya dinobatkan sebagai juara ketiga.
Ayahnya belum yakin akan bakat menyanyi yang ada pada anaknya. Namun saat mendengar info ada lomba lagi, Waode kemudian didaftarkan untuk ikut, dan Waode berhasil menjadi runner-up. Mulai saat itu ayahnya mulai menyadari bahwa Waode memiliki bakat menyanyi yang selama ini tidak diketahuinya.
Saat masuk di bangku SMP, Waode banyak dibimbing oleh Pak Bariun, guru sekaligus teman ayahnya. Berbagai prestasi diraihnya pada saat itu. Mulai dari lomba debat bahasa inggris hingga lomba bercerita bahasa inggris (story telling) tingkat kota maupun tingkat provinsi.
Baca juga: Hari Pertama Misi Kemanusiaan Gempa Sulbar, Brimob Polda Sulsel Bangun Dapur Umum
