KENDARI, TELISIK.ID - Seorang pria di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, bernama Yohanes, memutuskan mualaf setelah mendapatkan hidayah melalui mimpi.

Dalam perjalanan hidup Yohanes, agama Islam tidak begitu asing baginya karena keluarga ibunya berlatar belakang agama Islam. Namun setelah menikah dengan sang ayah, ibunya memutuskan untuk mengikuti keyakinan ayahnya.

Masa kecil Yohanes sejak mengenyam pendidikan Sekolah Dasar, sudah terbiasa dengan Al-Qur'an karena mata pelajaran muatan lokal di sekolahnya adalah Bahasa Arab. Sehingga beberapa surah pendek di dalam Al-Qur'an sudah dihafalnya dan di rapornya tertuliskan identitasnya beragama Islam.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Yohanes dari kampungnya di Kabupaten Bombana berangkat ke Kota Kendari untuk mengikuti tes masuk kepolisian. Namun ia gagal, sehingga ia menguburkan mimpinya untuk menjadi polisi.

Baginya tak pernah terpikirkan untuk menetap di Kota Kendari. Apalagi dia hanya anak seorang petani. Namun karena niatnya yang kuat, ia nekat ke Kota Kendari dan diasuh oleh orang yang tidak dikenalnya yang disering disebutnya bapak angkat.