Pada tahun 2003 setelah tinggal dengan bapak angkatnya, Yohanes bermimpi didatangi oleh cahaya terang yang saling bertabrakan, sehingga salah satunya menghilang.
"Saya betul-betul ditunjukkan, seperti saya sedang ketindisan setengah sadar, mau buka mata tapi tidak bisa bergerak. Saya ditunjukkan dengan cahaya yang begitu terang yaitu Al Kitab dan Al-Qur'an, terbuka lebar saling bertabrakan, kemudian Al Kitab itu menghilang," katanya kepada telisik.id beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kisah Mualaf Menachem Ali, Pakar Filologi Pernah Debat KH Abdullah Wasian
Setelah mendapatkan mimpi itu, Yohanes tak menghiraukan dan memilih melupakannya. Namun beberapa malam berikutnya, mimpi yang persis sama kembali terulang.
"Mimpi yang sama kembali mendatangi saya dan saya belum tau bahwa itu namanya hidayah. Perjalanan beberapa malam kemudian datang lagi dengan mimpi yang mirip. Ada cahaya sampai tembus dinding saya lihat dengan jari-jari besar," kata Yohanes.
