Setelah mimpi itu terus mendatanginya, ia memilih pindah kamar tidur. Meski demikian, mimpi itu terus datang. Ia melihat sesuatu di posisi ketinggian, turun cahaya warna putih kemudian berubah menjadi jubah lalu memegang kepalanya.
"Bahasanya kalau mau selamat ikutlah jalan kebenaran, saat itu sampai gorden jendela bocor karena saya parangi. Cahaya yang datang itu saya kira setan. Nanti dua hari mau puasa tahun 2003 datanglah lagi itu mimpi. Saya melihat diriku pada posisi ketinggian mengucapkan dua kalimat syahadat, besoknya saya ketemu bapak angkatku saya bilang mau masuk Islam," ungkap Yohanes.
Setelah petunjuk itu datang kepadanya, ia menyampaikan kepada sang bapak angkat untuk masuk Islam. Namun bapak angkatnya mengatakan agar menyampaikan terlebih dahulu kepada saudara-saudara dan orang tuanya.
Dua kali meminta untuk masuk Islam kepada bapak angkatnya, namun belum direspon. Tak menyerah, ia menanyakan arti mimpinya kepada orang tua lain yang dikenalnya. Orang tua itu menjawab bahwa secara halus diri Yohanes telah masuk Islam karena telah bersyahadat di dalam mimpi.
Setelah ia kembali ke rumah bapak angkatnya, ia melihat sang bapak angkat membawa sesuatu ternyata songkok (kopiah), buku iqra, buku panduan salat dan sejadah untuk Yohanes. Dia pun dibawa ke mesjid untuk bersyahadat.
