Jika melihat perjalanannya, menurut Yohanes, sudah direncanakan Tuhan karena petunjuk dan hidayah itu betul-betul ia dapatkan. Kata dia, menjadi mualaf bukan karena hal lain namun karena niat dan benar-benar keinginan dari dalam hati.

Ia sempat akan mengganti nama dalam KTP-nya yang tertulis Yohanes menjadi nama saat masuk Islam yakni Muhammad Ramadhan. Namun karena jika ia mengubah nama harus juga mengganti nama di ijazah, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk mengganti nama di KTP. Ia juga mendapat nasehat bahwa nama pemberian orang tua dan keyakinan itu di dalam hati, bertambahlah kekokohan hatinya untuk tidak mengubah namanya di KTP.

Setelah menjadi mualaf, ia juga mulai belajar membaca Al-Qur’an. Bahkan dengan keyakinan dan kemauan yang kuat, sehingga dalam waktu satu bulan ia sudah mahir membaca Al-Qur'an dan bahkan sudah pernah khatam Al-Qur’an dua kali.

Setelah menikah, ia pindah di lokasi lahan yang pernah dibelinya. Tanpa disadari, ternyata di samping lahan miliknya yang akan didirikan rumah, merupakan masjid yang baru dipondasi.

Baca Juga: Clara Shinta Baca Kalimat Syahadat Usai Berdoa Kepada Tuhan Agama Sebelumnya