Awalnya, Selamat mengira perempuan tersebut merupakan orang yang sedang sakit. Sebab, perempuan itu berjalan lambat dan wajahnya terlihat pucat.

Namun, ketika ditanyakan siapa yang sakit, perempuan tersebut mengatakan bahwa yang sakit adalah anaknya.

“Oh, anak saya,” jawab perempuan tersebut.

“Di mana?” tanya Selamat.

“Di kamar,” jawabnya.