Sesampainya di Desa Koncer Kidul, Misbah kembali mendatangi warung milik Bu Ri. Ia kemudian menyewa Mia dan mengajaknya masuk ke sebuah kamar. Sementara itu, Hakiki diminta menunggu di warung kopi.
Di dalam kamar, Misbah meminta Mia menutup wajah menggunakan masker miliknya. Ia beralasan malu karena pertemuan tersebut berlangsung pada siang hari.
Mia kemudian mengikuti permintaan tersebut. Saat itulah Misbah sudah membawa rencana lain dibandingkan pertemuan mereka sebelumnya.
Peristiwa tersebut bermula dari persoalan sederhana terkait uang kembalian. Namun, perkataan yang disampaikan Mia saat pertemuan kedua membuat Misbah menyimpan dendam dan kembali mendatanginya.
Kasus ini kemudian berlanjut menjadi perkara pidana setelah Misbah menjalankan rencana yang telah disiapkannya. Peristiwa tersebut menjadi rangkaian tragis yang bermula dari persoalan pembayaran Rp 30 ribu di sebuah warung berkedok lokalisasi di Bondowoso. (C)
