Di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro oleh Pemkot Kota Kendari ini, sudah pasti mempengaruhi jumlah pendapat yang ia dapat dari hasil sol sepatu.

Dimana, ia juga mengatakan, tidak sedikit teman seprofesi yang gulung tikar lantaran tidak bisa bertahan karena minimnya pelanggan.

"Banyak kawan saya sesama penjahit yang berhenti dan memutuskan untuk menutup tempat usahanya," ungkap Basai.

Ia mengaku, pendapatannya di tengah pandemi saat ini sangat jauh berbeda dengan sebelum pandemi. Biasanya dirinya mendapatkan orderan sebanyak 10 sepatu untuk di jahit dalam sehari.

"Kini sangat berkurang, dalam satu hari dapat orderan satu saja, bagi saya sudah lumayan," tuturnya.