Pengalaman itu kemudian membuat Dudu menerapkan pendekatan serupa kepada perempuan yang datang meminta bantuan. Ia memberikan syarat agar mereka lebih sering datang ke pesantren sehingga dapat memperoleh pemahaman agama secara bertahap.
"Pokoknya kalau ada yang gitu, sekarang saya lebih bikin syarat. Kalau memang betul dapat, harus janji ke saya setelah itu harus sering datang ke pesantren," ungkapnya.
"Kalau sudah datang ke pesantren kan tinggal kita kasih pemahaman agama sedikit-sedikit. Dan itu Alhamdulillah efektif, banyak yang akhirnya berhenti dari sini," sambung Dudu.
Baca Juga: Mahasiswi Warga Buton Selatan Dirudapaksa Anak Teman Kerja hingga Hamil
Kini, hubungan Ponpes Dar Al-Taubah dengan masyarakat sekitar juga disebut semakin baik. Pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi turut membantu warga dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti tahlilan, khitanan, syukuran, hingga pemulasaran dan penyelenggaraan salat jenazah.
