"Sekarang hubungan dengan masyarakat udah bagus. Ketika ada warga yang buat acara syukuran misalnya entah itu lahiran anak, khitanan ataupun tahlilan ada yang meninggal, mereka pasti ngonteknya ke kita," katanya.
"Termasuk pemulasaran sama menyolatkan jenazah, itu semua kita lakukan di sini dan gratis buat warga," lanjut Dudu.
Bagi Ponpes Dar Al-Taubah, dakwah di kawasan Saritem dilakukan secara perlahan. Dudu mengatakan perubahan citra kawasan tersebut membutuhkan proses panjang.
"Tujuan kita memang untuk syiar, untuk dakwah, jadi harus perlahan-lahan, kalau menghilangkan kan sulit ya. Tapi minimal anggapan orang-orang ke tempat ini di Gardujati itu bukan cuma tempat prostitusi saja, di sisi lain ada pesantren juga di sini," pungkasnya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
