Pria tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi karena merasa telah menjadi korban tindakan yang tidak ia setujui.
Saat polisi tiba, Marie tidak kooperatif. Ia bahkan berusaha menyerang petugas yang datang menjemputnya. Dalam kesaksiannya, seorang petugas mengatakan bahwa Marie menendang bagian dada petugas beberapa kali.
Ketika tiba di kantor polisi, wanita itu mengaku tidak mengingat apa pun tentang kejadian tersebut karena kondisi mabuk berat.
Dalam persidangan, Marie didampingi pengacara Derek Johashen. Ia menjelaskan bahwa kliennya mengalami masa kecil yang sulit dan tidak pernah terlibat kasus kekerasan seksual sebelumnya.
“Dia tidak memiliki ketertarikan seksual kepada pria ini, itu bukanlah sesuatu yang akan dia pertimbangkan dan dia tidak dapat menjelaskan mengapa dia bertindak seperti itu,” ucap Derek.
