Namun di luar pemikiran dia. Setelah kedua orang tuanya mengetahui telah mualaf. Sejak itu seluruh biaya kost, kuliah, bahkan uang makan pun tidak diberi lagi. Hal itu ia masih dapat menerima. Namun yang paling menorehkan hatinya adalah dengan tidak diakuinya lagi sebagai seorang anak dari Kedua orang tuanya dan merasa terbuang.

Baca juga: Istiqomah Jadi Mualaf, Cerita Destri Setelah Masuk Islam

Sambil mengusap air matanya. Ia pun kembali mengenang dan menceritakan masa lalunya. Dengan berbekal keimanan yang baru ia yakini. Ia pun mulai mencoba mandiri dan berbisnis Online.

"Tapi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di kota besar manalah cukup," tutur Wiwi Saraswati kepada Telisi.id, Senin (20/7/2020).

Jangankan biaya sekolah dan kost. Untuk kebutuhan hari-harinya saja terkadang minus. Bahkan terkadang ia harus menahan lapar. Namun dia bersyukur dalam Agama Islam ada Puasa Sunnah pada Senin dan Kamis. Itu pun ia lakoni.