HEFEI, TELISIK.ID - Para peneliti China telah mencapai terobosan baru dalam teknologi energi fusi nuklir melalui reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang sering disebut sebagai matahari buatan China.

Tim dari Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP), berhasil mengidentifikasi metode untuk melampaui batas densitas plasma dalam eksperimen fusi, membuka jalan bagi efisiensi reaktor fusi masa depan yang lebih tinggi.

Pencapaian ini diumumkan setelah eksperimen sukses yang memungkinkan operasi stabil pada densitas plasma melebihi batas konvensional, tanpa mengganggu kestabilan plasma.

Hal ini krusial karena densitas plasma yang lebih tinggi berarti produksi energi yang lebih besar dari reaksi fusi, mendekatkan mimpi energi bersih tak terbatas menjadi kenyataan.

Sebelumnya, pada 20 Januari 2025, EAST memecahkan rekor dunia dengan mempertahankan plasma dalam mode high-confinement selama 1.066 detik pada suhu di atas 100 juta derajat Celsius, dilansir dari suara.com jaringan telisik.id, Sabtu (3/1/2026).