"Kita akan menghadapi yang satu ini dengan keyakinan dan tekad, bukan panik dan pesimisme."
Baca Juga: Tegang, China Klaim Kepulauan Natuna dan Tuntut Indonesia Stop Lakukan Ini
Lloyd Austin bergabung dengan para pemimpin top lainnya di industri pertahanan untuk mengungkapkan pentingnya memperkuat hubungan antara AS dan negara-negara sekutu, membunyikan alarm tentang ancaman yang ditimbulkan China dan Rusia sebab kedua negara membanguan pertahanan agresif yang tidak terlihat sejak Perang Dunia II.
"Dalam perang dan damai, kami selalu lebih kuat ketika kami bekerja sama dengan teman-teman kami," ujar Lloyd Austin.
Austin mengatakan China dengan cepat membangun persenjataan nuklirnya. China diprediksi setidaknya memiliki 1.000 hulu ledak pada tahun 2030.
