Kebijakan ini diterapkan di lebih dari 1.400 sekolah di Beijing mulai semester ini. Setiap sekolah diwajibkan menyediakan sedikitnya delapan kelas AI dalam setahun, yang mencakup pemahaman dasar, pemanfaatan secara bertanggung jawab, hingga penerapan inovatif.

Menurut laporan CCTV, kurikulum tersebut disusun untuk menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat kemampuan pemecahan masalah melalui kegiatan praktis.

Wakil Direktur Komisi Pendidikan Kota Beijing, Wang Pan, menegaskan pentingnya membangun suasana belajar yang tidak hanya mengenalkan teori, tetapi juga mendorong eksplorasi.

“Sembari meningkatkan literasi AI pada anak-anak, penekanan yang sama juga perlu diberikan pada pengembangan skenario yang memungkinkan mereka memahami dan menerapkan AI,” ujarnya.

Beberapa sekolah menyusun pembelajaran secara bertingkat. Sekolah Menengah Hongzhi Beijing, misalnya, mengembangkan tiga level pembelajaran mulai dari pengenalan lewat kegiatan lintas disiplin, pengintegrasian AI dengan akademik dan industri, hingga pembelajaran lanjutan sesuai minat siswa.