"Mungkin pihak berwenang mengingatkan orang-orang bahwa mereka mungkin tidak mampu membeli sayuran musim dingin ini," ujar yang lain.

Nyatanya, perintah ini sendiri bukan tanpa alasan. Ini diambil dengan beberapa pertimbangan mengenai permasalahan yang sedang dialami Negeri Tirai Bambu seperti cuaca buruk, kekurangan energi, dan pembatasan akibat lonjakan COVID-19.

Sebelumnya dilansir dari Reuters, rata-rata harga pangan, terutama sayuran, melonjak 39,8% sejak September. Ini diakibatkan gagal panen yang disebabkan hujan lebat yang membanjiri lahan sayuran.

Sejak September hingga awal Oktober, terjadi hujan deras di sebagian besar wilayah utara China. Kebanyakan membanjiri provinsi penghasil sayuran terbesar di Shandong.

Sementara itu, tindakan penguncian juga sedang digalakkan di beberapa provinsi yang mengalami lonjakan COVID-19. Sejauh ini, Negeri Tirai Bambu pun juga sudah melakukan langkah-langkah penguncian di kota Heihe, Lanzhou, dan Eijin. Selain di tiga kota itu, penguncian yang sifatnya lokal atau per kompleks perumahan juga dilakukan di distrik Changping, barat laut Beijing.